• DPRD Kota Pekalongan
  • dprd.pekalongankota.go.id
  • 11 April 2021
Berita
Berita DPRD Kota Pekalongan

Rapat

Rapat Kerja Komisi B Soroti Penanganan Banjir di Kota Pekalongan


Pekalongan – Melihat fenomena banjir yang menggenangi sebagian besar di wilayah kota Pekalongan akhir ini, DPRD Kota Pekalongan melalui Komisi B menyikapi permasalahan tersebut. Berdasarkan hal tersebut, komisi B DPRD Kota Pekalongan mengadakan Rapat Kerja bersama DPUPR dan Dinperkim Kota Pekalongan pada Senin (22/2/2021) di ruang kerja komisi B DPRD Kota Pekalongan. 



Ketua Komisi B, Abdul Rozak, S.IP menanyakan kinerja DPUPR Kota Pekalongan terkait banjir yang menggenang di Kota Pekalongan dalam kurun waktu yang cukup lama ini. Bahkan sampai senin pagi ini masih ada yang tergenang. “Banjir seakan menjadi agenda rutinan yang terjadi di awal tahun di Kota Pekalongan, tahun ini justru banjir menggenangi sebagian besar kota Pekalongan dan menggenangi beberapa daerah dalam kurun waktu yang cukup lama. Bagaimana langkah DPUPR dalam menangani banjir ini?” ucap Rozak.



Kepala Dinas PUPR Kota Pekalongan, Nur Priyanto menjelaskan upaya apa saja yang sudah dilakukan DPUPR Kota Pekalongan dalam menanggulangi banjir yang ada di Kota Pekalongaon. “DPUPR Kota Pekalongan sudah melakukan upaya penangulangan banjir di Kota Pekalongan diantaranya dengan menindaklanjuti keluhan dari masyarakat tentunya hal tersebut kita tindaklanjuti namun disesuaikann dengan anggaran yang ada. Terkait upaya mengatasi genangan air di Kota Pekalongan, Kami dari DPUPR sudah melakukan kordinasi dengan BPWS dibantu dengan. Yang terakhir adalah kami dari DPUPR mengambil langkah untuk membobol tanggul, itupun yg bisa untuk dijebol saja, dan disana kita sudah siapkan Bego untuk siaga apabila sewaktu waktu air laut pasang. Ada juga pompa celup skala kecil. Dalam penanganan Banjir ini kami selalu berkoordinasi dengan BPWS, PSDA Taru dalam upaya komitmen bersama menyelesaikan permasalahan banjir yang ada di Kota Pekalongan. kedepan juga akan diadakan kegiatan permanen di beberapa kali di kota Pekalongan, dengan harapan bisa mengurangi genangan di daerah banjir disekitar kali di Pekalongan. PSDA TARU juga akan meninggikan sabuk pantai, mulai dari RM Wiroto sampai 400 m ke Barat. Namun masih ada sisa yg belum ke Backup. Harapannya kedepan bisa mengurangi banjir di Kota Pekalongan. sedangkan di daerah timur / Degayu, banjir disebabkan dari limpasan sungai dari kabupaten batang. Ini juga Akan kita kaji kembali agar banjir bisa teratasi. Untuk Anggaran Kegiatan DPUPR di tahun 2021 Hampir 60% kita masukkan ke PSDA, Untuk penanganan masalah banjir ini. Kawasan Randujajar nantinya akan kita bangun tanggul permanen, dan penanganan sungai lainnya juga akan kita kaji.” Tutur Nur Priyantomo. 



Selain itu, buruknya Drainase yang ada di Kota Pekalongan, disinyalir merupakan salah satu dari beberapa penyebab banjir di Kota Pekalongan. “Saya mempertanyakan Pembangunan di Kota Pekalongan ini, bagaimana bisa hampir semua drainase di Kota Pekalongan justru ikut tergenang, hal ini memperlihatkan bahwa semua saluran air di kota Pekalongan bisa dibilang macet sehingga air meluap ke pemukiman warga.” Imbuh Rozak



Kepala Dinperkim Kota Pekalongan, Sahlan mengakui buruknya drainase di Kota Pekalongan. “Kami menyadari bahwa Drainase di Kota Pekalongan sangat buruk. Tidak ada satupun yang berfungsi secara maksimal, semua tergenang banjir. Tentunya akan kita inventarisasi kembali terkait drainase yang tidak berfungsi di Kota Pekalongan agar bisa segera diperbaiki dan tidak menggenangi banjir diwaktu hujan. Tentunya harus ada kerjasama semua pihak agar banjir ini bisa teratasi.” Ucap Sahlan. 



Budi Setiawan menanyakan apa penanganan jangka pendek sebagai upaya penanggulangan banjir ini. “Apa penanganan jangka pendek yang sudah dilakukan dinas terkait dalam menangani banjir di Kota Pekalongan. Karena yang saya simak daritadi adalah rencana penanganan jangka panjang semua.” tanya Wawan.



“kami sudah berkordinasi dengan BPWS, guna mendapatkan bantuan Pompa dari BPWS dan buka tutup tanggul. Untuk memperlancar aliran air dari darat ke laut. Serta mengatasi beberapa tanggul yg jebol, selain itu optimalisasi pompa yang ada di Kota Pekalongan juga sudah kami laksanakan. Ada penambahan jam kerja pompa air dari hari hari biasa, selain itu ada pompa celup berskala lingkungan sudah kami berikan ke masyarakat.” jawan Nur Priyantomo. 



Gumelar selaku anggota Komisi B menyarankan harus ada kajian yang mendalam terkait banjir di Kota Pekalongan. “Harus ada kajian yg lebih mendalam terkait solusi Banjir di Kota Pekalongan. Dimana saja daerah cekung di Kota Pekalongan, kita inventarisir, selain itu  Pembuatan embung air juga harus cermat agar terlihat hasilnya. Jangan asal membuat embung yg akan berdampak pada semakin bertambahnya debit air di pemukiman warga.” Tutur Gumelar. 



“Untuk Daerah cekungan sudah kita antisipasi, pembangunan yg dilaksanakan propinsi bertahap. Di daerah timur akan ada pembuatan parapet di kali gabus untuk mencegah air masuk ke pemukiman. Dan pompa retensi. Di tengah akan dibangun bendung dengan 7 pompa guna mengurangi air di kali Loji agar tidak ada air lagi di daerah Bugisan, panjang wetan, dll. Penanganan di Kusuma Bangsa membuat rumah pompa disekitar sana untuk mengurangi genangan air di Panjang Wetan, IAIN, dan sekitarnya. Nanti air akan kita alirkan ke kali sipucung dan akan dikoneksikan airnya ke kali di daerah barat.” Imbuh Nur Priyantomo 



Permasalahan Banjir merupakan permasalahan bersama yang harus segera diselesaikan dengan cara yang lebih mendalam, dan komprehensif. Kurang lebih sudah 3 minggu warga tergenang air, tentunya ini bukan prestasi melainkan PR kita bersama yang harus diselesaikan agar Kota Pekalongan kedepan bisa bebas dan Banjir dan Rob dan Masyarakat bisa tetap beraktifitas seperti sediakala.



Humas Sekretariat DPRD Kota Pekalongan