• DPRD Kota Pekalongan
  • dprd.pekalongankota.go.id
  • 19 Januari 2020
Berita
Berita DPRD Kota Pekalongan

Pengurugan

Pengurugan Lahan Pasar Darurat Sorogenen Untuk Diprioritaskan Pemkot Pekalongan




Pekalongan – Sebagai tindak lanjut permasalahan pasar yang tak kunjung teratasi, Komisi B bersama Dindagkop Kota Pekalongan melakukan Sidak ke Pasar Sorogenen Kota Pekalongan pada Jumat (10/1/2020). Hal ini terkait beberapa laporan pedagang terkait buruknya keadaan Pasar Darurat Sorogenen sekarang, terlebih jelang musim penghujan di awal tahun ini. 



Kondisi Pasar Darurat Sorogenen sekarang ini sangat memprihatinkan terlebih dengan datangnya musim penghujan seperti saat ini mengakibatkan munculnya genangan air, lokasi pasar yang becek bercampur lumpur, hal ini mengakibatkan akses masuk ke pasar menjadi sulit dan licin.



Hal ini dibenarkan Pak Subiyanto selaku pedagang pasar yang terdampak dari kondisi pasar yang dirasa tidak layak ini, “Pasare sepi, becek (berair) karena hujan akhir akhir ini, saya mewakili pedagang pasar hanya menyampaikan aspirasi warga pasar agar segera dibenahi terutama pengurukan pasar, kasihan akses pasar sangat sulit terlebih ini mulai masuk musim penghujan banyak pedagang yang sepi dikarenakan akses untuk menjangkaunya susah, pembeli enggan menuju ke lapak mereka, ya seperti daerah terisolir. Pengurugan ini sifatnya mendesak menurut kami, ada lagi masalah saluran air yang tidak ada, di los ikan pedagang bingung membuang air bekas ikan yang terjadi malah terlihat kumuh dan bau. Mohon sesegera mungkin ditindaklanjuti oleh pemkot terutama pengurugan lokasi pasar.” Ungkap pak Subiyanto.



Abdul Rozak, S.IP selaku ketua Komisi B DPRD Kota Pekalongan merasa Pemerintah Kota Pekalongan kurang matang dalam menangani permasalahan pasar ini. “Dimulai dari awal pasar kebakaran, pertama zonasi pedagang pasar, kedua kawasan mana saja di taman sorogenen yang akan dijadikan lokasi pasar darurat ini. Ternyata ini hanya semacam konsep saja tapi tidak diimplementasi dan dikawal di lapangan. Mestinya ketika ditetapkan sebagai sesuatu yang darurat semua OPD harus fokus dan tidak terpecah dalam menangani permasalahan ini. Dimulai dari kurang tepatnya penempatan lokasi pedagang yang justru dirasa menyusahkan para pedagang asli dari pasar banjarsari yang malah menempati lokasi yang kurang strategis, justru para pendatang baru ini yang menempati lokasi yang strategis, ini fakta dilapangan. Ditambah lagi melesetnya rencana pembangunan pasar yang selesai di 2020 ini namun nyatanya belum terealisasi, kita bisa apa? Ya sudah maksimalkan yang ada saat ini, benar benar dijaga dan dirawat pasar darurat sorogenen yang sudah ada ini, jangan asal asalan seperti ini, kasihan para pedagang yang mencari nafkah disini, ini hal serius harus sesegera mungkin diatasi, jangan ditunda lagi.” Tutur Abdul Rozak, S.IP selaku Ketua Komisi B DPRD kota Pekalongan. 



H. Budi Setiawan merasa kecewa melihat kondisi pasar darurat Sorogenen pagi ini, saya lebih menyoroti keadaan pasar darurat sorogenen sekarang ini, dulu kita mengusulkan untuk pengurugan pasar dikarenakan jelang musim penghujan, namun kita lihat bersama bahwa sampai sekarang belum direalisasikan, pasar becek, kalau hujan banjir, permasalahan sampah juga ada disini, kan kasihan para pedagang yang akan mencari nafkah disini, tolong Pemkot memprioritaskan apa yang lebih penting, dalam hal ini pengurukan pasar agar lebih layak mengingat dirasa pasar baru setelah kebakaran yang lalu akan terealisasi. Ini menurut saya sangat urgent dan harus diprioritaskan oleh Pemerintah Kota Pekalongan.tadi dari pihak Pemkot mengatakan awal Maret akan mulai dilaksanakan pengurugan ini, semoga terealisasi jangan sekedar wacana lagi.” Ujar Budi Setiawan, S.E. selaku Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Pekalongan. 



Isnaini selaku anggota Komisi B justru menekan untuk segera merealisasikan pengurugan pasar Sorogenen ini, “kita ketahui bersama, akhir ini curah hujan semakin tinggi, dengan demikian pasar akan becek, kotor, kumuh. Hendaknya sebisa mungkin bisa dikerjakan lebih cepat, akhir Januari atau awal Februari, semakin lama pengerjaan kondisi akan semakin parah, dan akan berdampak pada antusiasme masyarakat ke pasar akan turun karena hal ini, nah yang dirugikan pedagang. Kasihan mereka karena ini mata pencaharian dan penghidupan bagi mereka.” Imbuh Isnaini.



Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Disperindagkop Kota Pekalongan, Bapak Setyo Susilo mengatakan bahwa di 2020 akan kita realisasikan perawatan pasar di Kota Pekalongan. “tahun 2020 ini ada dana perawatan pasar di seluruh wilayah kota Pekalongan sebesar 750 juta untuk 10 pasar di Kota Pekalongan, masukan dari komisi B ini terkait pasar Darurat Sorogenen akan kita prioritaskan agar lebih baik dan nyaman bagi pedagang maupun pembeli. Sesuai usulan Komisi B dan masukan dari pedagang terkait pengurugan dan pembuatan saluran pembuangan air di Pasar Darurat Sorogenen.” Ujar Setyo Susilo selaku Sekretaris Dindagkop Kota Pekalongan.  



(Humas Sekretariat DPRD Kota Pekalongan)