• DPRD Kota Pekalongan
  • dprd.pekalongankota.go.id
  • 19 Januari 2020
Berita
Berita DPRD Kota Pekalongan

Dua

Dua Pompa Raksasa Mulai Aktif Tangani Banjir dan Rob di Kota Batik


Pekalongan - Jumat (3/1),  Sebagai fungsi pengawasan kinerja pemerintah kota Pekalongan, Ketua Komisi C beserta anggota meninjau langsung lokasi Pompa di Kelurahan Pasirkratonkramat ini. Dengan tujuan untuk mengetahui sejauh mana perkembangan dan pemanfaatan pompa air ini. "Alhamdulillah pompa ini sudah berfungsi dengan baik untuk saat ini, diharapkan nantinya bisa menanggulangi permasalahan Rob dan Banjir yang selama ini menjadi permasalahan rumit di Kota Pekalongan." tutur Musthofa selaku ketua komisi C DPRD Kota Pekalongan. 



Pompa-pompa raksasa yang menyedot muka air di area sekitar tanggul raksasa tersebut, dinilai bisa menangani banjir ataupun rob di daerah terdampak yakni Kandang Panjang, Pabean dan Bandengan. Dengan kapasitas sedot 2000 liter per detik diharapkan mampu menanggulangi permasalahan banjir dan rob di wilayah utara kota Pekalongan. 



"Melihat daya sedot pompa yang dioperasionalkan pagi ini, kami dari Komisi C optimis pompa ini mampu mengatasi permasalahan Banjir dan Rob yang ada di daerah sekitar pompa, yakni daerah Kandang Panjang, Pabean dan Bandengan. Kita lihat bersama akhir akhir ini, daerah terdampak seperti kandang panjang, Pabean dan Bandengan sudah berangsur berkurang bahkan bisa dikatakan aman dari banjir untuk saat ini, kami berharap kedepan bisa secara keseluruhan mengatasi permasalahan Banjir dan Rob di kawasan utara Kota Pekalongan." Imbuh Musthofa



Sementara itu, Project Manager dari Hutama Karya, Daryanto menjelaskan dua unit pompa yang sudah mulai aktif sejak Desember 2019 lalu, saat ini masih masuk dalam masa pemeliharaan.  "Pompa air ini sudah beroperasi sejak Desember 2019 yang lalu, Alhamdulillah bisa kita lihat bersama bahwa sudah ada perubahan di daerah terdampak Banjir dan Rob. Sedikit demi sedikit daerah tersebut mulai kering namun masih bertahap, akan tetap kita evaluasi kinerja pompa ini kedepan. Untuk operasional Pompa itu sendiri, dinyalakan dalam waktu 3 jam sekali dan mampu menyedot muka air yang masih terjebak di sekitar tanggul." kata Daryanto selaku Project Manager dari Hutama Karya.



Daryanto berharap ke depan akan ada kerjasama dari kota untuk mengalirkan drainase ke longstorage tanggul, sehingga muka air yang ada di pemukiman bisa ikut dikeluarkan melalui pompa air raksasa. 



Semog dengan adanya Pompa raksasa ini mampu menanggulangi permasalahan banjir dan rob yang ada di Kota Pekalongan. 



(Humas Sekretariat DPRD Kota Pekalongan)